Area V

Kesehatan Area V

Masa kecil, pubertas, menstruasi, kehamilan, dan menopause. Seolah-olah tantangan hidup tidak akan pernah berhenti dan setiap wanita perlu untuk menangani perubahan hormonal dan pH vagina. Benar-benar tidak mudah menjadi seorang wanita saat ini! Pada setiap tahap kehidupan, jumlah hormon wanita seperti estrogen dan progesteron dalam tubuh kita dapat bervariasi. Hal ini dapat mengganggu keseimbangan pH vagina yang menjadikan lapisan asam pelindung vagina melemah, sehingga lebih rentan terhadap infeksi. Mari kita lihat lebih dekat pada berbagai tahapan dan belajar kapan waktu yang tepat untuk memulai menggunakan pembersih Lactacyd.

Hormone wanita (estrogen):
Ada (diperoleh dari ibunya)
Lactobacillus pada vagina:
Ada
pH vagina:
Asam
Hormone wanita (estrogen):
Rendah
Lactobacillus pada vagina:
Tidak ada
pH vagina:
7
Hormone wanita (estrogen):
Rendah
Lactobacillus pada vagina:
Tidak ada
pH vagina:
Netral atau basa
Hormone wanita (estrogen):
Tidak stabil
Lactobacillus pada vagina:
Meningkat
pH vagina:
4 – 4.5
Hormone wanita (estrogen):
Menurun
Lactobacillus pada vagina:
Menurun
pH vagina:
Meningkat
Hormone wanita (estrogen):
Meningkat
Lactobacillus pada vagina:
Meningkat
pH vagina:
4 – 4.5
Hormone wanita (estrogen):
Meningkat
Lactobacillus pada vagina:
Meningkat
pH vagina:
Antara 3,8 dan 5
Hormone wanita (estrogen):
Menurun
Lactobacillus pada vagina:
Menurun
pH vagina:
Meningkat

Saat Lahir

Tingkat bakteri baik yakni lactobacillus dominan dalam vagina dan umumnya dipengaruhi oleh estrogen ibunya. pH vagina pada tahap ini rendah, yang artinya risiko infeksi juga rendah.

Masa Bayi dan Anak Usia Dini

PH vagina menjadi netral atau basa, mungkin karena kurangnya mikroba vagina yang memproduksi asam, artinya risiko infeksi yang tinggi. Popok kotor dan mandi busa juga dapat meningkatkan risiko infeksi genital anak.

Pubertas

Dari periode menstruasi pertama atau dikenal sebagai menarche, peningkatan jumlah estrogen memicu peningkatan lactobacillus. Dengan kondisi asam laktat yang dikeluarkan berlimpah di vagina, pH menjadi rendah dan lapisan pelindung untuk menjaga terhadap infeksi kemudian dihasilkan.

Menstruasi dan kehamilan

Kadar hormon wanita akan berfluktuasi, sehingga mengganggu keseimbangan pH vagina. Sehingga akan mengganggu lingkungan alami vagina yang asam dan memungkinkan bakteri jahat untuk tumbuh.

Masa reproduksi

Selama tahun-tahun reproduksi, perubahan vulva dan vagina terkait dengan siklus menstruasi dan kehamilan.

Menopause

Kekeringan vagina biasanya terjadi karena sedikitnya sekresi pelumas alami dalam vagina. Seiring dengan penurunan produksi hormon, lactobacillus dan kadar asam laktat akan turun, menyebabkan pH vagina meningkat. Kondisi ini akan melemahkan lapisan pelindung asam vagina secara dramatis dan membuatnya rentan terhadap unsur-unsur berbahaya.

Sources

  • Dr. L. Brabin. Factors affecting vaginal pH levels among female adolescents attending genitominary medicine clinics. Sexually Transmitted Infections. 2005; 81; 483-487.
  • Kaufmann HR, Faro S. Benign Diseases of the vulva and the vagina, 4th edition, Mosby 1994, 361.
  • Hay P. Bacterial vaginosis as a mixed infection. Polymicrobial Diseases 2002 edited by Kim A Brogden and Janet M Guthmiller.
  • Caillouette J.C. et al. Vaginal pH as marker for bacterial pathogens and menopausal status. American Journal of Obstetrics & Gynecology 1997; 176(6): 1270-1275.
  • Menopause & Perimenopause by Marcy Holmes 2009. www.womentowomen.com Accessed March 2009.